VIVAlife - Penyakit malaria sudah lama dikenal sebagai penyebab kematian yang jumlahnya besar, sebanyak lebih dari 600.000 jiwa di seluruh dunia per tahun. Wilayah yang paling banyak ditemukan kasus Malaria, ialah masyarakat miskin di tepi gurun Sahara, Afrika.
Dikutip dari Reuters, sebuah penelitian yang bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyebut rata-rata kematian yang terjadi di daerah gurun Sahara, mencapai 43 persen dalam periode tahun 2000 - 2013. Setelah itu, sekitar 128 juta jiwa warga Afrika melayang karena Malaria 2013.
Bahaya Malaria yang mengancam kehidupan keluarga sering membuat seorang ibu, mengambil jalan pintas dengan menyemprotkan obat nyamuk ke dalam ruangan. Namun penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat nyamuk semprot berisiko bagi kesehatan.
Sebuah penelitian di Inggris mengarah pada bukti bahwa penggunaan obat nyamuk semprot merugikan. Kandungan yang ada dalam obat nyamuk semprot, merupakan kumpulan partikel zat kecil, yang bila disemprotkan ke dalam ruangan dapat mengendap di bantal dan terhisap hidung, dan ini berbahaya bagi kesehatan.
Penelitian ini juga merekomendasikan penggunaan kelambu tidur, yang menurut Steve Lindsay, ketua kelompok peneliti dari Inggris ini, lebih aman dan ekonomis bagi Anda. Peneliti ini mencoba membuktikan keampuhan barang rekomendasinya. Untuk itu, mereka menyambangi perkampungan miskin di Afrika untuk menyampaikan penyuluhan dan membagikan kelambu pada seluruh kepala keluarga.
Benar saja, setelah dibagian kelambu tidur, sebagian besar masyarakat desa sudah tidak lagi terganggu dalam tidur karena nyamuk yang datang. Angka kematian karena kasus Malaria semakin berkurang seiring berjalannya waktu. (ms)
Oleh : Ricky Anderson, Dhea Amanda Rustam
Sumber : http://life.viva.co.id/news/read/567087-kelambu-alat-tangguh-melawan-malaria?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
![]() |
| Lawan gigitan nyamuk berbahaya bagi kesehatan (iStock) |
Bahaya Malaria yang mengancam kehidupan keluarga sering membuat seorang ibu, mengambil jalan pintas dengan menyemprotkan obat nyamuk ke dalam ruangan. Namun penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat nyamuk semprot berisiko bagi kesehatan.
Sebuah penelitian di Inggris mengarah pada bukti bahwa penggunaan obat nyamuk semprot merugikan. Kandungan yang ada dalam obat nyamuk semprot, merupakan kumpulan partikel zat kecil, yang bila disemprotkan ke dalam ruangan dapat mengendap di bantal dan terhisap hidung, dan ini berbahaya bagi kesehatan.
Penelitian ini juga merekomendasikan penggunaan kelambu tidur, yang menurut Steve Lindsay, ketua kelompok peneliti dari Inggris ini, lebih aman dan ekonomis bagi Anda. Peneliti ini mencoba membuktikan keampuhan barang rekomendasinya. Untuk itu, mereka menyambangi perkampungan miskin di Afrika untuk menyampaikan penyuluhan dan membagikan kelambu pada seluruh kepala keluarga.
Benar saja, setelah dibagian kelambu tidur, sebagian besar masyarakat desa sudah tidak lagi terganggu dalam tidur karena nyamuk yang datang. Angka kematian karena kasus Malaria semakin berkurang seiring berjalannya waktu. (ms)
Oleh : Ricky Anderson, Dhea Amanda Rustam
Sumber : http://life.viva.co.id/news/read/567087-kelambu-alat-tangguh-melawan-malaria?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
