[6] [Berita] [slider-top-big] [Berita]
Anda disini: Beranda / Materi Malaria jadi Muatan Lokal Pendidikan SD

Materi Malaria jadi Muatan Lokal Pendidikan SD

| Belum ada komentar
Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan mencoba memasukkan materi seputar penyakit malaria dalam kurikulum pendidikan sekolah dasar (SD) untuk menanamkan pengetahuan mengenai penyakit menular tersebut kepada anak-anak sejak dini.
"Muatan lokal tentang malaria diharapkan dapat membangun kesadaran mengenai ancaman penyakit ini sejak dini sehingga penyakit ini bisa dicegah," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Halmahera Selatan Yusuf Tauddin di Malaria Center yang ada di Kota Labuha, Halmahera Selatan, Jumat.
Hal ini, lanjut dia, merupakan bagian dari upaya untuk mencapai target eliminasi malaria pada 2030.
Yusuf mengatakan saat ini uji coba pengajaran materi malaria kepada siswa SD sudah dilakukan di 15 sekolah yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan, wilayah yang terdiri atas sekitar 400 pulau dengan 60 pulau yang ditinggali penduduk.
Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Halmahera Selatan Ramli menyebutkan materi tentang penyakit malaria sudah diberikan kepada siswa kelas II sampai V SD di lima SD yang ada di Kecamatan Gane Barat.
Lima SD di Kecamatan Gane Barat Utara, dua SD di Kecamatan Bacan, dua SD di Bacan Selatan dan satu SD di Bacan Timur.
"Selama tahun 2010-2011 diujicobakan di 15 SD, kita lihat kalau ada kekurangan supaya bisa diperbaiki. Selanjutnya, tahun 2011-2012 akan diterapkan di seluruh SD," katanya.
Ia menjelaskan modul muatan lokal tentang malaria disusun oleh perwakilan guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dinas pendidikan, Bappeda Bidang Sosial Budaya dan Dinas Kesehatan.
"Sebelumnya guru-guru sekolah sudah dilatih. Tiap sekolah diminta mengirim dua atau tiga perwakilan untuk ikut pelatihan," katanya.
Salah satu sekolah yang sudah mencoba memasukkan muatan lokal tentang malaria dalam pelajaran sekolah adalah SD Amasing 3 di Kecamatan Bacan yang bangunannya berdiri pada timbunan rawa-rawa.
Jumat pagi anak-anak kelas II sampai V mendapatkan pelajaran tentang malaria. Anak-anak kelas III belajar mengenai jenis-jenis nyamuk perantara penularan penyakit malaria.
Miranti (8), yang duduk di kelas II SD Amasing 3, dengan lancar menyebutkan ciri-ciri lava nyamuk Anopheles serta bagaimana nyamuk tersebut menularkan parasit penyebab penyakit malaria, Plasmodium sp, ke dalam tubuh manusia.
"Lava nyamuk Anopheles datar di permukaan air. Nyamuk Anopheles terbang datar di udara. Membentuk sudut saat menggigit," katanya menjawab pertanyaan sang guru.
Mereka juga belajar mengenai malaria melalui nyanyian yang dikarang penyusun modul muatan lokal, yang salah satunya guru mereka, Maemuna Manaf.
Sementara anak-anak kelas IV mencari jentik nyamuk Anopheles di halaman sekolah dengan tumbuhan semak dan rumput liar lebat serta genangan air jernih pada tanahnya yang berlumut hijau.
Mereka memasukkan jentik nyamuk ke dalam botol bekas dan membawanya masuk ke dalam kelas untuk mempelajarinya. Tiap anak rata-rata bisa mengambil lebih dari 10 jentik nyamuk.
Anak-anak kelas V lain lagi. Mereka diminta guru menyusun gambar orang yang mengalami gejala sakit malaria.
"Kalau anak-anak tahu tentang malaria, bahayanya dan bagaimana penyakit ini menular maka mereka akan tahu bagaimana cara mencegah dan menghindarinya. Mereka juga bisa kasih tahu orang tua mengenai itu," kata Kepala Sekolah SD Amasing 3 Bacan Hadidjah Muhammad.

http://www.antarasumbar.com/berita/nusantara/d/22/94448/materi-malaria-jadi-muatan-lokal-pendidikan-sd.html